Friday, 20 December 2013

Diterimakah Taubat Hambamu ini

"Allahurabbi.. bagaimana bisa aku tebus segala dosa-dosa ku. Layakkah aku menerima ampun dan belas kasih darimu." rintih seorang hamba dalam sujudnya menyembah ilahi. Kedinginan malam yang mencucuk hingga ketulang hitam sedikitpun tidak dihiraukannya. Hamba Allah itu kini hanyut dalam rintihan menanggung kesedihan. Ya, hamba allah itu kini menanggung bebanan yang amat parah.

Bahunya bergetar-getar dengan wajah bersihnya setia melekat ditikar sejadah. Allahuakhbar, bertapa dirinya menyesali dosa-dosanya. Walaupun kerap kali bibir itu menuturkan ungkapan menagih keampunan dari Allah  yang maha besar, namun dirinya masih dipukul rasa bersalah. Khuatir, apakah Allah akan menerima taubatnya? Apakah Allah menerima segala amalannya?

Sejadah putih bersih itu kian lencun dek air mata hamba menagih ampunan itu.

"Bagaimana bisa aku tidak bersyukur sedangkan Engkau tidak henti2 mencurahkan rezekimu kepadaku Ya Allah." Hamba itu tidak serik mengalirkan jejeran manik2 air mata taubat. Entah bila ajalnya akan dijemput. Sempatkan dia melangsaikan hutang2 dosa tersebut. Dirinya bagaikan tidak sedar diri. Jemarinya disusun rapat, dilayang tinggi menadah doa dalam esakan yang tiada kesudahan.

Ya Allah, ampunilah dosa2 ku, dosa kedua ibu bapaku dan seluruh kaum muslimin dan muslimat yang masih hidup atau telah meninggal dunia. Engkau sejahterakanlah kehidupan saudara2 dan sahabat2ku sekalian. Pancarkanlah cahaya hidayah kedalam hati2 mereka. Rahmatilah rasulullah kekasihmu yang sangat aku ridui. Ya Allah ampunkan daku yang tidak bisa menjadi hamba yang soleh. Ampunkan hamba yang tidak bisa menjadi zuriat yang sebaiknya untuk ibuku. Matikanlah aku dalam khusnul khatimah Ya Allah.

No comments:

Post a Comment